Category Archives: Artikel

“HARTA = PETAKA”

 

zakat-3

Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
(Kisah Para Rasul 55:3)

Hari-hari ini, seluruh umat manusia sedang mengalami masa yang sama yaitu masa sukar. Tidak ada seorangpun manusia yang tidak mengalami kesukaran. Dan sekarang, kesukaran makin merajalela, bukan hanya dari sesama manusia tetapi juga dengan alam. Banyak orang merasa bingung bagaimana menimpan harta bendanya.

Apakah Harta = PETAKA ? Jawabannya tentu tergantung dua kemungkinan keputusan dan tindakan dari si pemegang harta itu sendiri, yang tentu dipengaruhi kedekataannya dengan siapa. Yaitu:

Pertama, Jika manusia dekat dan terikat dengan dunia dan iblis, maka ia akan bertindak seperi yang dikerjakan oleh Ananias, dengan tidak berlaku jujur atas harta yang kita miliki. Manusia dengan segala upaya menjaga harta miliknya supaya tidak diminta orang lain bahkan oleh TUHAN sendiri. Sifat kikir dan mementingkan diri sendiri inilah mendorong manusia melakukan manipulasi harta dengan berkata dusta, dan PASTI, akan berakhir dengan PETAKA seperti halnya Ananias.

Kedua, jika manusia dekat dengan Allah, maka apapun yang diputuskan dan yang akan dilakukan, akan dipengaruhi oleh hasrat Illahi juga. Allah tidak pernah dan tidak akan pernah berdusta. Manusia yang dekat dan terikat dengan ALLAH-pun tidak akan mengerjakan itu. Ia akan berlaku jujur dalam hal Mamon (Harta) dan tidak berlaku curang dan penuh tipu muslihat. Dalam diri manusia yang dekat ALLAH akan jauh dari sifat kikir dan mementingkan diri sendiri, tetapi mereka adalah manusia yang dapat dipercaya ALLAH dalam hak Harta dan tentunya akan bisa menjadi berkat. Hasilnya bukan petaka tetapi KESELAMATAN.

Lagi-lagi, sikap hati kita terhadap “harga kekayaan” akan mempengaruhi hasil akhir kita, apakah akan menuai PETAKA atau KESELAMATAN JIWA. Tuhan Memberkati.

Advertisements

“HARTA: Bukan TUAN Kita”

harta karun

“Emas dan perakmu sudah ditutupi karat; karatnya akan..memakan habis tubuhmu seperti api. Kalian sudah menimbun harta pada zaman menjelang akhir” (Yakobus 5:3 – BIS)

 

Teks firman di atas terkesan bahwa emas dan perak tidak ada gunanya sama sekali. Emas dan perak menjadi harta duniawi yang adalah berhala bagi umat Tuhan. Apakah benar demikian? Apakah posisi harta harta dalam hidup kita?

Sebenarnya emas dan perak (harta) tidak sama dengan BERHALA. Pada masa perjanjian lama, emas dan perak menghiasi rumah Allah (bait Allah) sebagai alat-alat mati yang dipakai mempermuliakan Allah. Emas dan perak tidak bisa menjadi berhala karena itu adalah benda mati. Yang ada, manusia mem-BERHALA-kan harta sehingga menjadi BERHALA dalam hidupnya. Kalau kita mau jujur, keinginan manusialah sumber masalahnya. Mereka begitu tamak di dalam kehidupan yang diliputi nafsu keserakahan. Akibatnya, harta (emas dan perak) menjadi tujuan hidupnya. Eksistensi manusia telah mengalami dis-orientasi (penyimpangan tujuan). Ini yang dikecam oleh Yakobus. Demi harta, manusia melakukan apa saja. Mereka menahan upah pekerja (ay.4), bahkan tidak segan-segan menganiaya dan membunuh sesamanya (ay.6). Inilah KARAT yang dimaksudkan yang pada akhirnya membinaskan pengumpul – pemilik harta (emas dan perak) seperti api.

Saudaraku, ingatlah bahwa masa – persiapan – yang kita hidupi adalah masa-masa akhir. Bahkan masa persiapan yang sudah hampir-hampir selesai. Peringatan ini juga untuk kita. Menjadi kaya tidak dosa tetapi ke-INGIN-an untuk KAYA adalah dosa (I Tim. 6:9). Kita hanya punya satu tujuan (keinginan) yaitu meng-HAMBA kepada Kristus. Tempatkan HARTA sebagai hamba kita dan bukan TUAN, dalam rangka mengerjakan tugas kita sebagai Hamba KRISTUS. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

“UANGku BUKANLAH UANG-NYA”

uang

 

“Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari

dan ikutlah Aku.”(Matius 19:21)

 

Saudara kekasih, coba renungkan firman di atas. Untuk menjadi sempurna, mengapa Tuhan menyuruh pemuda itu menjual segala (harta) miliknya, memberikan kepada orang miskin, dan ikut Tuhan? Bukankah di ayat sebelumnya pemuda ini telah melakukan hukum taurat? (ayat 18-19).

Ternyata Tuhan kita tidak bisa ditipu oleh cara ibadah kita. Kesalehan (ibadah) kita harus sampai pada pemutusan semua ikatan yang mengikat hidup kita. Sesaleh apapun kita jika dalam hidup kita masih ada BERHALA PENGIKAT, hal itu akan menjadi penghalang bagi kita untuk datang kepada Yesus, dan bahkan menjadi penghalang bagi kita untuk menjadi sempurna seperti yang Tuhan katakan.

Tuhan Yesus tahu bahwa pemuda ini diikat oleh Mamon. Dia lebih cinta mamon (harta) dari pada mengikuti Gurunya yaitu Tuhan Yesus. Pemuda tersebut “berat” melepas hartanya karena ia masih berfikir bahwa itu adalah miliknya sendiri, hasil jerih payahnya sendiri, bahwakan warisan dari orang tuanya sendiri. Jadi dia menganggap wajar atas tindakan tidak melepaskan hartanya untuk orang lain dan Tuhan.

Saudaraku yang kekasih, ini cermin buat kita. Apakah kita juga berfikir bahwa “UANGku BUKAN UANG-NYA (TUHAN)? INGAT! Dialah PEMILIK yang sesungguhnya. Mari kita belajar men-TAAT-i kata firman Tuhan.

Dan dengan berani dan mantap kita ucapkan “Asal Tuhan senang, s’mua kurelakan, namaNYA dimuliakan, smua SUKA-SUKA TUHAN”. Tuhan Yesus memberkati

GARA-GARA LILIN

lilin_kecil

Ny. O’Reilly yang sedang berjalan, berpapasan dengan Pastur O’Flannagan.
Pastur berkata, ” Hai Ny. O’Reilly …
bagaimana kabar suami anda?Bukankah saya yang menikahkan anda berdua kira-kira lima tahun yang
lalu?
” Ya, memang andalah yang menikahkan kami, Pastur”, jawab Ny. O’Reilly.
Lalu Pastur bertanya lagi, “Berapa anak anda sekarang?”
“Oh … belum ada Pastur, kami belum mempunyai anak satupun.”
“Baiklah, minggu depan aku akan pergi ke Roma, di sana aku akan berdoa dan menyalakan sebuah lilin untukmu”, kata Pastur.
Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di jalan dan Pastur bertanya,
“Ny. O’Reilly apakah anda sudah mempunyai anak?”
“Oh sudah Pastur, saya mempunyai tiga pasang anak kembar, dan 4 orang anak yang tidak kembar, jadi semuanya ada sepuluh orang.” jawab Ny. O’Reilly.

?????????????

Lalu Pastur berkata,”Wow, bukankah itu sangat luar biasa!!
Lalu bagaimana keadaan suamimu?”
“Dia sedang pergi ke Roma”, jawab Ny. O’Reilly “Ke Roma???
Ada urusan apa dia berangkat ke Roma?”, tanya Pastur.

 

“Mematikan lilin yang Pastur nyalakan.” Jawab Ny. O’Reilly.

 

 

 

UJIAN VS COBAAN

UJIAN
Kalau ujian itu harus kita hadapi untuk kita bisa naik level bukan untuk dihindari.
– Kalau mau naik kelas kita harus hadapi ujian dulu.
– Kalau mau masuk kerja di tempat baru juga ditest/uji dulu.
– Untuk menyatakan sesuatu itu layak/halal harus diuji dulu.

Kalau kita tahu itu ujian maka harus kita hadapi dengan jiwa besar, jujur berserah penuh pada Tuhan maka Tuhan yang akan buka jalan.
Ujian yang kita hadapi tidak melebihi dari kekuatan kita (dikutip: dari Alkitab).

COBAAN 
Kalau cobaan itu harus kita jauhi/hindari, kalau tidak nanti kita jatuh (dalam dosa).
1. Kalau tahu hal tersebut dapat membuat kita jatuh dalam dosa, maka lebih baik kita jauhi.
– Kalau tahu kita cinta uang / tidak bisa mengatur keuangan, jangan jadi bendahara.
– Kalau tahu itu percabulan / pornografi, jangan dilihat.
– Kalau tahu itu istri/suami/barang milik orang lain, jangan diingini.

2. Kalau tahu hal tersebut dapat membuat kita jatuh sakit, maka kita harus jauhi.
– Kalau tahu kena darah tinggi, jangan sekali – kali makan daging kambing.
– Kalau tahu kena diabetes, jangan makan makanan yang mengandung kadar gula tinggi.
– Kalau tahu kena kolestrol, jangan makan makanan yang mengandung lemak tinggi.

Kalau tahu itu suatu cobaan lebih baik kita hindari, apalagi kita tahu tidak dapat tarak terhadap hal tersebut.

NB:
Ujian akan membawa kita lebih baik (naik level) jika kita lulus.
Cobaan justru akan membawa kita lebih buruk (turun level) jika kita langgar.4f4f77b57f613tuhan20tdk20memberi20cobaan

PELAYAN JUGA PERLU MAKAN (Source: internet)

WORSHIP LEADER/SINGER/PEMUSIK: PELAYAN JUGA PERLU MAKAN (Source: internet)
Lukas 10:42
… Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
pbbc143_god_jesus_eating_food
Seiring dengan terbukanya wawasan dan pemahan saya tentang apa itu pelayanan, makin lama saya makin sadar bahwa kita yang melayani harus juga dilayani atau mungkin bahasa yang tepat ‘di kenyangkan’ oleh makanan rohani.
Karena itulah Tuhan Yesus katakan kepada Marta bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik. Kalau kita telusuri lebih dalam lagi dalam teks yang ada, bahwa Maria memilih untuk duduk di kaki Tuhan dan mendengarkan suara-Nya berkata-kata, sedangkan Martha sibuk melayani dan mempersiapkan makanan.
Sebagai pelayan Tuhan di gereja, sering dengan sadar atau tidak sadar kita mengabaikan hal ini. Contoh sederhana yang dapat kita lihat,  setelah pujian dan penyembahan pendeta naik ke mimbar untuk berkotbah, tetapi para musisi pun mencari acara sendiri di luar, bergurau, ngomong-ngomong sendiri dan bahkan yang parahnya ada yang sambil merokok.
Pada awal saya melayani saya pun sempat seperti itu, ketika kotbah disampaikan, kita keluar dari gereja dan mulai buat acara sendiri, ngobrol-ngobrol dengan pelayan lainnya (meski tidak sambil merokok). Tetapi saya dinasehati oleh orang tua saya, supaya pada waktu kotbah disampaikan, kita sebagai pelayan pun harus duduk mendengarkan firman Tuhan seperti jemaat lain. Kita pun perlu diisi oleh firman Tuhan.
Beberapa hamba Tuhan kadang mewajibkan para musisi tetap di tempatnya. Pengalaman saya ketika main musik dan yang berkotbah Pdt. Ronny Daud Simeon, beliau minta kita tetap di tempat. Saya yakin alasan paling utama adalah agar kita dengar firman Tuhan dan yang kedua jika mendadak beliau mau nyanyi, kita siap.
Sebagai seorang pelayan di gereja, apapun bentuk pelayanan kita, ketika waktunya kotbah dan firman disampaikan, kita mesti duduk dan memperhatikan firman Tuhan. Sadar atau tidak sadar, Iblis berusaha untuk selalu menggoda kita dengan berbagai macam cara, tidak ada cara lain untuk melawan godaan Iblis yang begitu luar biasa sekarang, hanya dengan firman itu. Iman kita bertumbuh karena firman (Roma 10:17), bukan hanya karena sekedar melayani Tuhan di gereja, tetapi karena kita memakan firman itu. Itulah juga alasan mengapa hal ini diungkapkan dalam kisah pencobaan di padang gurun”
Matius 4:3-4 3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” 4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Kalau kita punya sikap yang tidak menghargai firman, terbiasa tidak mendengar kotbah, mari kita berubah dan meneladani Maria. Dan dengan telinga iman kita mendengar hal yang sama seperti yang Tuhan Yesus katakan kepada Marta, “ Semmy telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” Melayani Tuhan itu penting, tetapi yang terpenting adalah mendengar Ia berkata-kata.
1 Petrus 2:2
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
Firman Tuhan menghindarkan kita dari berbuat dosa yang ujungnya adalah maut-neraka, firman Tuhan mengarahkan kita pada keselamatan kekal di dalam Tuhan Yesus.
Sekali lagi, jangan lupa … pelayan juga perlu makan … yaitu firman Tuhan.

“DOA BAPA KAMI”

JANGAN katakan BAPA, 
Jika kamu tidak berlaku sebagai ‘anak’ setiap hari.JANGAN katakan KAMI,
Jika hidupmu penuh dengan ‘egois’.

JANGAN katakan YANG ADA DI SURGA,   
Jika yang kamu pikirkan adalah ‘perkara duniawi’ saja.
Bapa-Kami-Yang-Di-Sorga_1024_768_WSK
JANGAN katakan DIMULIAKAN NAMAMU,
Jika kamu tidak ‘menghormati dan memuliakan’ Allah sebagaimana mestinya.  

JANGAN katakan DATANGLAH KERAJAANMU,
Jika yang kau obsesikan hanyalah ‘keberhasilan duniawi’ saja.

JANGAN katakan JADILAH KEHENDAKMU,
Jika yang kamu lakukan hanyalah ‘yang kamu inginkan’.

JANGAN katakan BERILAH KAMI REJEKI,
Jika kamu tidak ‘peduli’ terhadap orang yang sedang kesusahan.

JANGAN katakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI,
Jika kamu masih menyimpan ‘dendam’ dengan orang lain.

JANGAN katakan JANGAN MASUKKAN KAMI KE DALAM PENCOBAAN,
Jika kamu tidak berniat ‘berhenti berbuat dosa dan bertobat’.

JANGAN katakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT,
Jika kamu sungguh – sungguh tidak tegas ‘menolak kejahatan’.

JANGAN katakan AMIN,
Jika kamu ‘tidak sungguh – sungguh dengan doa BAPA KAMI‘ ini.  

Terima kasih TUHAN untuk doa yang luar biasa ini.

JESUS BLESS YOU

MEMBANGUN MEZBAH TUHAN

Membangun Mezbah Tuhan
artinya membangun hubungan intim dengan Tuhan (berdoa, baca alkitab dsb).

Ada 4 hal dalam membangun Mezbah Tuhan:
1. ke-TAAT-an.
Setiap perintah Tuhan harus kita taati dan kita jalankan dengan sepenuh hati, tanpa adanya perbantahan (menyangsikan perintah Allah/Firman Allah).
Contoh: Bapak Abraham yang mengorbankan anaknya yang satu-satunya atas perintah Allah (Kej 22:1-19)

2. Pemisahan (PISAH).
Adakan pemisahan antara kesucian dan kenajisan (dosa), pilih kesucian dan jauhkan kenajisan (dosa).
Jauhkan cara2 duniawi yang tidak sesuai dengan Firman Allah.

3. ke-INTIM-an
Selalu melakukan pendekatan diri dengan Tuhan. Baik berdoa, baca Alkitab, memuji dan menyembah Tuhan. Juga melakukan ibadah ke gereja.

4. Pengorbanan (KORBAN)
Berkorban untuk Tuhan (dana bangunan, dana sosial, dana natal dsb) dan tidak melakukan hitung2an dengan Tuhan. Berkorban dengan sukarela dan dengan hati bersyukur.

Semoga kita bisa melakukan untuk Membangun Mezbah Tuhan.
Tuhan memberkati.

KOMIK

Hadiah

CAFE NGAKAK…

kartun_副本