KEMERDEKAAN DALAM KRISTUS

PART I

Kemerdekaan Indonesia enampuluh dua tahun yang lalu adalah deklarasi sekelompok bangsa. Dari catatan sejarah bisa kita renungkan bahwa kemerdekaan bangsa ini melalui proses panjang dari perpecahan setelah jaman Majapahit, kolonialisme Belanda, Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda sebagai deklarasi bangsa dan Proklamasi sebagai deklarasi kedaulatan bangsa. Sebagai bagian dari suatu bangsa kita yakin dan bangga dengan kedaulatan bangsa Indonesia ini. Sebagai individu sudahkah kita merdeka? Seperti apa kedaulatan individu kita masing-masing dalam naungan kedaulatan bangsa Indonesia ini? Selain independensi, individu ataupun bangsa tidak akan hidup tanpa dependensi. Kita tetap butuh orang lain, kita tetap butuh membantu dan dibantu orang lain. Independensi tetap harus beriringan dengan dependensi. Jika kemerdekaan yang dimaksud dikaitkan dengan kemerdekaan dari dosa dan maut, kita meyakini bahwa Kristus telah memerdekakan kita dari dosa

(Galatia 5:1 “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”).

Gambar

Tapi jika kemerdekaan yang dimaksud dikaitkan dengan kemerdekaan yang mencakup seluruh segi kehidupan manusia, maka secara hakiki kita belum merdeka sepenuhnya. Coba kita lihat bagaimana banyaknya anak bangsa yang terbelenggu oleh kelaliman dan kekerasan, terjajah oleh dosa amoral, diperbudak oleh narkoba, dan didera oleh kemiskinan dan pengangguran. Belum lagi keadilan dan kebenaran yang dijungkirbalikkan, sehingga penjajahan supremasi hukum ada di mana-mana. Dalam kondisi seperti inilah kemerdekaan Republik Indonesia harus dipertahankan dan diisi oleh umat Tuhan. Jelas di tengah-tengah kehidupan manusia yang masih “terjajah” umat pilihan Tuhan dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Kita memang dipanggil dari kegelapan dunia, tetapi kita yang sudah diterangi oleh TERANG AJAIB, kita dipanggil untuk masuk kembali ke dunia yang gelap dengan membawa Terang itu, agar dunia yang gelap dapat merasakan Terang itu dan mengalami perubahan karena Terang itu (bnd. 1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” ,

Matius 5:14-16

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” ).

PART II

bhineka

Dalam Galatia 5:1 dituliskan “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”. Kemerdekaan yang terjadi dalam kehidupan kita merupakan anugerah Tuhan Yesus yang terbesar, sehingga hidup kita tidak lagi berada dalam penjajahan dosa lagi. Kemerdekaan bagi orang-orang percaya memiliki arti yang sangat luar biasa, karena kemerdekaan ini berarti kemenangan atas maut dan terbebasnya manusia dari belenggu dosa. Kemerdekaan ini merupakan karya Tuhan Yesus melalui kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Kemerdekaan ini diberikan secara cuma-cuma kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Kemerdekaan yang kita peroleh sangat mahal harganya. Ia seharga darah yang tertumpah dari Yesus Kristusimage

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam DOSA, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (Galatia 5:13).

kemerdekaan melalui pengorbanan Kristus harus dipertahankan, dengan cara bagaimana?

  1. jangan mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa.
  2. kemerdekaan yang dialami harus diisi dengan melayani seorang akan yang lain oleh kasih.

Kita patut bersyukur atas kemerdekaan yang Tuhan Yesus berikan. Bukan hanya bangsa kita ini yang merdeka.Kita pun turut merdeka didalam kristus yang membebaskan kita dari perhambaan dosa.

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN JASMANI DAN ROHANI…

MERDEKA!!!

Advertisements

Posted on August 5, 2013, in Artikel. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Tampilan OK..tinggal pengelompokkannya yang diperhatikan.. Bagus! lanjutkan!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: